SAMOSIR – Sabam Rajagukguk bergerak cepat menyalurkan bantuan sepatu kepada siswa sekolah dasar di Kabupaten Samosir, Sumatera Utara, setelah kondisi sepatu para pelajar yang rusak dan tidak layak pakai menjadi perhatian publik di media sosial.
Sabam Rajagukguk merespons keluhan masyarakat yang bermula dari unggahan seorang guru perpustakaan keliling. Dalam unggahan tersebut terlihat sejumlah siswa mengenakan sepatu yang sudah rusak, bahkan beberapa di antaranya dalam kondisi jebol sehingga memunculkan keprihatinan banyak pengguna media sosial.
Unggahan itu kemudian menyebar luas melalui TikTok dan Instagram hingga menarik perhatian masyarakat. Respons cepat datang dari akun Instagram Partai Gerindra yang menandai Sabam Rajagukguk pada kolom komentar unggahan tersebut.
“Izin Bang, mohon segera dibantu @sabamrajagukguk,” tulis admin Gerindra.
Permintaan tersebut langsung dijawab Sabam dengan respons singkat.
“Oke, segera kita bantu,” balasnya.

Setelah memberikan respons, Sabam bersama tim segera melakukan pendataan di lapangan. Pendataan dilakukan untuk memastikan jumlah siswa yang membutuhkan bantuan sekaligus mengidentifikasi perlengkapan sekolah yang diperlukan.
Hasil pendataan menjadi dasar penyaluran bantuan kepada seluruh siswa di dua sekolah dasar, yaitu SDN 1 Pardomuan Nauli dan SDN 5 Pamutaran yang berada di Kecamatan Palipi, Kabupaten Samosir.
Sebanyak 117 pasang sepatu disalurkan kepada para siswa. Selain sepatu sekolah, para pelajar juga menerima perlengkapan pendukung lainnya serta tambahan uang saku.
Sabam Rajagukguk berharap bantuan tersebut dapat memberikan kenyamanan kepada siswa selama mengikuti kegiatan belajar di sekolah. Ia juga berharap bantuan itu mampu meningkatkan rasa percaya diri dan semangat belajar para penerima.
“Semoga membuat langkah adik-adik lebih nyaman, lebih percaya diri, dan semakin semangat dalam menuntut ilmu,” ujar Sabam dalam keterangan tertulis.
Langkah cepat tersebut mendapat apresiasi dari warganet. Banyak yang menilai respons terhadap aspirasi masyarakat dilakukan dengan sigap dan diwujudkan melalui bantuan nyata.
Penyaluran bantuan ini sekaligus menjadi tindak lanjut atas keluhan masyarakat yang sebelumnya ramai diperbincangkan di ruang digital dan berujung pada aksi nyata bagi siswa yang membutuhkan.