Sabam Rajagukguk Desak TNI Tindak Tegas Ormas Preman, Tegaskan Tak Ada Toleransi

Sabam Rajagukguk meminta Tentara Nasional Indonesia (TNI) bertindak tegas terhadap organisasi masyarakat (ormas) yang meresahkan warga dan bertindak layaknya preman. Menurutnya, tidak boleh ada kelompok yang merasa kebal hukum, termasuk jika ada pihak yang mengatasnamakan partai politik.

Pernyataan tersebut disampaikan Sabam Rajagukguk saat Rapat bersama jajaran Kodam III/Siliwangi dalam Kunjungan Kerja Reses Komisi I DPR RI di Kota Bandung, Jawa Barat. Politisi Fraksi Partai Gerindra itu menegaskan bahwa partainya tidak pernah memberikan ruang bagi tindakan premanisme dalam bentuk apa pun.

Sabam secara terbuka meminta aparat tidak ragu mengambil tindakan terhadap siapa saja yang melakukan aksi premanisme. Ia menegaskan bahwa orang yang mengaku berasal dari Partai Gerindra tetapi berperilaku seperti preman tetap harus diproses sesuai ketentuan.

“Di sini mau saya sampaikan, Pak, hantam saja! Mereka bukan bagian dari Partai Gerindra. Kalau ada yang mengaku begitu, silahkan ditindak. Bahkan walaupun ada unsur resmi dari partai kami yang berperilaku seperti preman, hantam juga,” tegas Sabam.

Sabam Rajagukguk: Warga Berhak Hidup Aman

Sabam menilai masyarakat tidak boleh hidup dalam ketakutan akibat ulah kelompok yang bertindak sewenang-wenang. Menurutnya, rasa aman merupakan hak setiap warga negara yang harus dijaga oleh negara.

Ia juga menekankan bahwa TNI sebagai institusi yang selama ini memiliki tingkat kepercayaan publik tinggi harus hadir untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Masyarakat tidak boleh hidup dalam ketakutan. Mereka berhak atas rasa aman dan kehidupan yang layak. TNI adalah institusi yang paling dipercaya, jadi silahkan bertindak,” ujarnya.

Ormas Preman Dinilai Ganggu Iklim Investasi

Fenomena ormas yang melakukan intimidasi dan bertindak seperti preman juga menjadi perhatian Presiden RI, Prabowo Subianto.

Menurut Sabam, Presiden sebelumnya telah menilai bahwa aksi intimidasi dan pemalakan yang dilakukan sejumlah ormas dapat menghambat pertumbuhan ekonomi nasional. Kondisi tersebut dinilai mengganggu iklim investasi karena menciptakan rasa tidak aman bagi pelaku usaha.

Salah satu contoh yang disampaikan adalah batalnya rencana sebuah pabrik mobil asal Tiongkok membangun fasilitas produksi di Subang. Pembatalan investasi tersebut disebut berpotensi menimbulkan kerugian negara hingga triliunan rupiah.

Sabam berharap aparat tidak memberi ruang bagi kelompok yang melakukan tindakan melawan hukum sehingga masyarakat dapat menjalani aktivitas dengan aman dan iklim investasi di Indonesia tetap terjaga.

More from the blog

Sabam Rajagukguk Perkuat Ketahanan Pangan Tapsel, Dukung Program 1.000 Kolam

Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Sabam Rajagukguk, melaksanakan kunjungan reses di Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel). Kegiatan tersebut berlangsung di Kelurahan...

Sabam Rajagukguk Bergerak Cepat, 117 Siswa SD di Samosir Terima Bantuan Sepatu Usai Viral

SAMOSIR – Sabam Rajagukguk bergerak cepat menyalurkan bantuan sepatu kepada siswa sekolah dasar di Kabupaten Samosir, Sumatera Utara, setelah kondisi sepatu para pelajar yang...

Sabam Rajagukguk Serahkan Bantuan Pesantren, Perkuat Pendidikan Keagamaan di Humbahas

Anggota Komisi I DPR RI, Sabam Rajagukguk, menunjukkan kepeduliannya terhadap dunia pendidikan dengan menyerahkan bantuan kepada Pondok Pesantren Al-Kautsar Al-Akbar di Kecamatan Tara Bintang,...

Sabam Rajagukguk Sentuh Hati, Bantu Kursi Roda untuk Pahlawan Kecil Pengidap Hidrosefalus

Sabam Rajagukguk menunjukkan kepeduliannya kepada masyarakat dengan mengunjungi Trisna Sari Tinambunan di Desa Sionom Hudon Runggu, Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas). Dalam kunjungan tersebut, Anggota...